Skip to content

Indahnya Bersangka Baik(Husnudzon)

March 13, 2008

Alhamdulillah..Alhamdulillah…Alhamdulillah

Setiap hari memuji Allah takkan pernah berasa puas.Ada sahaja keajaiban yang aku nampak setiap hari.Ada sahaja kesenangan setelah kesulitan yang aku alami.Yang pasti,hatiku akan terus tenang dengan mengingati Allah.

“Iaitu orang-orang yang berIman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.Ingatlah,hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.”[Ar’Ra’d:28]

Sekali aku diuji,semakin dekat aku padaNya.Kadang-kadang rasa tidak layak untuk aku mengadu padaNya tentang kesulitan yang aku alami,kerana dosa-dosa yang tak pernah putus aku lakukan lantaran terlampau mengikut hati dan perasaan.Lebih-lebih lagi aku adalah wanita,yang mudah lemah dengan hasutan dan godaan nafsu yang bertubi-tubi datang ibarat hentaman peluru2 yang betul2 mengena di hati.huhu..

 Semalam aku diuji lagi.membuatkan aku benar-benar berfikir panjang dan menghela nafas mencari dimanakah titik pertemuan atas segala yang berlaku pada diriku.mengundang kesedihan usah dicakap.sangatlah sedihnya kerana rasa diri ini tidak berdaya,dipandang enteng dan macam-macam lagi.Tapi betulkah begitu?atau aku hanya bersangka buruk kepada mereka yang berkenaan.Tausiyah dari salah seorang insan yang sangat bermakna dalam hidupku,setiap kali aku mempunyai kesedihan dan masalah,setiap kali itu juga dia ada dan pasti akan mengeluarkan kata-kata yang membuatkan aku terdiam berfikir.biarpun kadang-kadang rasa ingin memprotes,tapi apa yang dia katakan pasti ada benarnya.

Maka dengan itu aku mengambil keputusan untuk bersangka baik(husnudzon) dari bersangka buruk(su’udzon).Baru lepas membaca sebuah petikan dari blog kawan berkaitan dengan bersangka buruk:

Jadi ingat cerita berikut. Ada seorang perempuan berjalan, kemudian ada laki-laki menggodanya. Siapa yang salah? Pasti pada bilang laki-laki tersebut yang salah. Padahal bisa jadi yang salah adalah perempuan tersebut, karena telah membuka peluang laki-laki untuk menggodanya.

nak katakannya disini,kadang-kadang kita rasa org lain salah,padahal mungkin yang mengudang kesalahan itu adalah diri kita sendiri tanpa kita sedari.

Soal Jodoh adalah ketentuan Allah swt.sejauh mana kita yakin bahawa Allah telah menetapkan apa yang bakal berlaku dalam sejarah hidup kita.Malah Allah telah menetapkannya sebelum dunia ini diwujudkan.Kita hanya perlu berdoa dan berserah supaya apa yang mendatang akan mampu kita hadapi dan terima sebagai sebuah takdir.Andai yang terbaik adalah ini caranya,maka kenapa kita perlu bersedih dan memikirkan apa yang tidak mungkin mampu kita ubah?ini bercakap pada diri sendiri.pasti ada hikmah disebalik setiap apa yang terjadi.

“Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad,maka bertawakkallah kepada Allah.Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal.”[3:159]

Moga diri ini mampu redha dan terus berusaha memperbaiki diri sendiri.tetap teguh yang pasti dakwah perlu terus berjalan seiring dengan perjalanan hidup kita.Wallahualam.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: