Skip to content

Mahalnya nilai Ukhuwwah

February 7, 2011

Bismillahirrahmanirrahim

“Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan Dia Yang mempersatukan hati-hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak akan dapat mempersatukan hati-hati mereka, akan tetapi Allah Subhanallahu wa Ta’ala telah mempersatukan hati-hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Anfal: 63)”

“Sesungguhnya Allah Subhanallahu wa Ta’ala akan berkata nanti pada hari kiamat: ‘Dimanakah orang-orang yang menjalin persaudaraan karena-Ku, maka pada hari ini Aku akan menaunginya pada hari dimana tidak ada sebuah naungan kecuali hanya naungan-Ku’.” (HR. Muslim)

Alhamdulillah,program ODYSSEY 2011 berjalan lancar dengan kehadiran hampir 100 orang. Bila berkumpul ramai-ramai sesama akhawat, terasa bertuah sangat ada mereka di sisi. Rasa makain dekat dengan Allah bila melihat wajah-wajah mereka. Segala kerjasama, bantuan, kerja-kerja yang dilakukan dengan sungguh-sungguh menampakkan betapa berharganya nilai ukhuwwah itu.

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”[Al-Hujurat:1-10]

Ukhuwwah atas dasar akidah yang satu takkan dapat dileraikan sehingga ke syurga Allah swt. Sebagai seorang Islam kita yakin dengan ini.Betapa cantiknya Allah mengatur perasaan manusia. Perasaan kasih, sayang dan rindu kepada sahabat-sahabat dihargai dengan kemungkinan untuk bersama di syurga Allah swt. Tidak kira bagaimana sekalipun latar belakang masing-masing.

Hak dalam berUkhuwwah

Seorang mukmin yang memahami hak-hak sahabatnya akan sentiasa mencuba yang terbaik untuk menjadikan sahabat mereka sebagai asbab(penyebab) untuk mereka masuk ke dalam syurga Allah swt. Antara hak seorang mukmin ke atas sahabat seakidahnya yang lain adalah:

1. Hendaklah ia mencintai saudaranya semata-mata karena Allah Subhanallahu wa Ta’ala dan bukan karena tujuan-tujuan duniawi.

“…Dan yang ia mencintai saudaranya, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah Subhanallahu wa Ta’ala…” (Muttafaqun ‘alaihi)

2. Lebih mendahulukan untuk membantu saudaranya dengan apa yang mampu dari jiwa dan harta daripada dirinya sendiri.

Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan.” (Al-Hasyr: 9)

3. Menjaga kehormatan dan harga diri saudaranya.

“Sesungguhnya darah-darah kalian dan harta-harta kalian serta kehormatan-kehormatan kalian haram atas kalian….” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

“Hati-hatilah kalian dari prasangka, karena prasangka itu adalah sedusta-dusta ucapan.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

5. Menjauhi perdebatan dengan saudaranya.

“Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan sementara ia berada di pihak yang salah, maka akan dibangunkan sebuah rumah baginya di surga paling bawah. Dan barangsiapa yang meninggalkan perdebatan sementara ia berada pada pihak yang benar, maka akan dibangunkan baginya sebuah rumah di tengah surga…” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

6. Mengucapkan kalimat-kalimat yang baik kepada saudaranya.

7. Memaafkan atas kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh saudaranya.

Setiap orang pasti memiliki kesalahan. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam :

“Setiap keturunan Adam (manusia) pasti melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah orang yang bertaubat.” (HR. Ibnu Majah no. 4251)

8. Merasa gembira dengan kenikmatan yang Allah Subhanallahu wa Ta’ala berikan kepada saudaranya.

9. Saling membantu dengan saudaranya dalam perkara-perkara kebaikan.

Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2)

10. Bermusyawarah dan bersikap lemah lembut terhadap saudaranya.

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.” (Asy-Syuura: 38)

Iman dan Ukhuwwah

Hakikatnya Iman dan Ukhuwwah takkan mungkin dapat dipisahkan. Hanya mereka yang benar-benar berIman dengan Allah dan RasulNya yang mampu untuk merealisasikan definisi sebenar dalam berukhuwwah itu. Iman yang tinggi menjadikan kita mampu untuk bersikap dengan nilaian tertinggi dalam ukhuwwah iaitu Ithar(melebihkan yang lain dari diri sendiri). Contoh terbesar adalah dalam peperangan Yarmouk bilamana ada 3 orang sahabat Nabi saw yang cedera parah dan nyawa-nyawa ikan sanggup untuk mendahulukan sahabat yang yang juga parah dan nyawa-nyawa ikan untuk minum air. Akhirnya ketiga-tiga mereka syahid kerana tidak sempat untuk meneguk seteguk air. Alangkah hebatnya mereka dalam melaksanakan ukhuwwah sesama mukmin itu. Bagaimana dengan kita?

Selemah-lemah Iman menyebabkan kita mampu melampirkan selemah-lemah nilaian tingkatan dalam ukhuwwah iaitu berlapang dada. Andai sesama sahabat pun tidak mampu berlapang dada, dimanakan kedudukan Iman kita sebenarnya? Tepuk dada tanya Iman masing-masing.

Marilah kita sama-sama menjaga ukhuwwah sesama sendiri supaya saling dapat bertemu di dalam syurga Allah swt kelak. =)

Bahagia bersama akhawat yang tidak pernah merungut untuk membantu dalam segala hal. Sangat berat hati untuk meninggalkan mereka di sini. Hanya kerana mengingatkan kemungkinan berjumpa di syurga Allah swt dengan saling mendoakan membuatkan hati reda. InsyaAllah. Bertemu berpisah kerana Allah swt.

Wallahualam

-Ummu Thana’-Irbid,Jordan

5 Comments leave one →
  1. afifahazam permalink
    February 7, 2011 9:57 pm

    tidak dapat turut serta, maaf kakak (T_T)

  2. rihlatulwujud permalink*
    February 7, 2011 10:01 pm

    tak apa kak chik..keadaan tak mengizinkan..insyaAllah next year punya ODYSSEY ye!..=)

  3. February 8, 2011 5:03 am

    ukhti habibati fillah…

    ukhuwwah fillah, walau nti describe mcm mana dalam bentuk tulisan pon, kalau insan yang membaca tak merasainya, belum tentu dapat faham nikmatnya…

    ana baca n ana rasa. alhamdulillah atas ukhuwwah yang terjalin, walau kita terpisah jauh..

    oops kita tak pernah berpisah sebenarnya selagi kaki kita sama2 seiring dan selangkah menuju syurga Allah Ta’ala.

    one day, ana teringin join o-d-c🙂
    ilal liqo’

  4. rihlatulwujud permalink*
    February 8, 2011 3:06 pm

    betul tu Ili..

    hanya mereka yang Allah beri kenikmatan merasai nilai ukhuwwah itu akan dapat merasakannya.

    Mari kita sama-sama berdoa semoga kita akan sentiasa merasai kelazatan ukhuwwah sehingga ke syurga Allah swt.

    =) uhibbukifillah abadan abada

  5. March 4, 2011 5:52 am

    Assalamualaikum. Salam ukhuwwah fillah. Sekadar ingin berkongsi rasa bahawa tarbiyyah banyak mengajar erti ukhuwwah, dan baru tersedar mahalnya nilai ukhuwwah itu seperti kata anti.

    Ana tidak merelakan ianya terjual begitu sahaja sehingga nyawa ana diambil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: